Harmonisasi Dalam Kehidupan Beragama Berbangsa dan Bernegara

Harmonisasi Dalam Kehidupan Beragama Berbangsa dan Bernegara

DITULIS USER

dodik suwarno
Jawa Timur 28 Oct 2017 WIB

Dandim Kediri, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han), Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi, Danramil Kota ,Kapten Inf Harmadi dan Kapolsek Kota, Kompol Sucipto bersama-sama FKUB Kota Kediri, kumpul bareng di aula Tri Dharma Tjoe Hwie Kiong. Kumpul bareng ini tidak lepas dari silaturahmi lintas agama yang juga dihadiri Ketua FKUB Kota Kediri, K.H.Mahruf Anas ,Ketua PAUB Kota Kediri, K.H.M.Salim, Timotius Kabul dari perwakilan umat Kristen, Iwan Setiawan dari perwakilan umat Budha, Suprayitno dari perwakilan umat Konghuchu, I Komang Pradana dari perwakilan umat Hindu, Sukarto dari perwakilan kepercayaan. Disamping itu, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Kota maupun Kabupaten Kediri turut menghadiri pertemuan yang berlangsung malam ini, jumat (27/10/2017)

 

“Dalam menghadapi berbagai masalah agama ,budaya dan politik, mari kita bersama merajut persatuan dan kesatuan serta merapatkan barisan bagaimana kedepan bisa mendarmabaktikan diri kepada bangsa dan negara Indonesia,” tutur K.H.Mahruf Anas.

 

Sementara itu Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) menceritakan ,” Tahun 2004 saya ke Aceh naik hercules dan berdiri selama 6 jam dan pada tahun 2016 saya ke ambon tahun 2016 naik kapal laut selama 5 hari 5 malam. Bayangkan pada tahun 1928 kita naik apa ? Kita harus positif thinking bagaimana para pemuda di tahun 1928 bisa berkumpul satu sama lain dengan latarbelakang yang berbeda bisa satu suara, yaitu Sumpah Pemuda. Saat ini tahun 2017, artinya 89 tahun yang lalu, Sumpah Pemuda yang masih serba sulit, sulit transportasi ,sulit akomodasi dan sulit komunikasi, bisa bersatu. Tahun 2017 ini kenapa tidak ? Pemuda harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini, karena Pemuda adalah tulang punggung masa depan bangsa ini.”

 

Lebih lanjut ,”Radikalisme sudah sangat menjadi perhatian bagi pemerintah ,karena akhir akhir ini sudah banyak mahasiswa yang terpengaruh dengan paham Radikalisme. Kalau ada isu atau muatan yang cenderung ke arah intoleansi, tidak usah di ikuti. Ingat, kalian adalah aset bagi bangsa dan negara Indonesia.”

 

 

Selain itu, session tanya jawab juga dilakukan pada pertemuan lintas agama ini, sebagaimana yang dilakukan Sumiarti, mahasiswa dari Stikes Kediri menanyakan bagaimana dengan penghayat kepercayaan, karena mereka seperti tersisihkan. Demikian juga Febrianto ,mahasiswa yang juga berasal dari Stikes Kediri menanyakan bagaimana peran TNI dan Polri serta FKUB dengan kondisi saat ini ,yang sering dibenturkan dengan opini publik. 

Penulis : dodik suwarno

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.