Diduga Kuasai Penjualan Warisan Keluarga, Wna Asal Amerika Digugat Di Pn Surabaya
Suasana Persidangan PMH, WNA Asal Amerika/net

Diduga Kuasai Penjualan Warisan Keluarga, Wna Asal Amerika Digugat Di Pn Surabaya

DITULIS USER

Junaedi Satria
Hukum 13 Aug 2018 WIB

SURABAYA -- Liliana Sasmita, WNI yang saat ini menjadi Warga Negara Amerika harus berurusan dengan hukum di Indonesia. Ia digugat Perbuatan Melawan Hukum (PMH) oleh adik kandungnya Mulya Sasmita, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (13/8/18).

Gugatan Perbuatan Melawan Hukum itu dilayangkan Mulya Sasmita, lantaran Liliana dinilai menguasai seluruh hasil penjualan dari harta warisan keluarga.

Persidangan perkara ini merupakan kali ketiganya digelar paska didaftarkannya gugatan oleh kuasa hukum penggugat, Henky Sony Haryanto,SH,M.Kn, Dua pekan lalu.

Dalam dua kali panggilan sidang itu, pihak tergugat yakni Liliana Sasmita, diketahui mangkir dari panggilan pengadilan.

Sebelum persidangan ini masuk pada pokok perkara, Ketua Majelis Hakim Hariyanto memberikan kesempatan pada para pihak (penggugat dan tergugat) untuk melakukan mediasi hingga 30 hari kedepan.

" Pada persidangan ini, majelis hakim menujuk Pak Hisbullah sebagai hakim mediator dan selanjutnya akan ada proses mediasi dengan waktu tiga puluh hari,"ucap Hakim Hariyanto, Senin (13/8/18).

Dalam proses mediasi nantinya, Lanjut Hakim Hariyanto, pihak prinsipal Mulya Sasmita dan Liliana Sasmita, diwajibkan untuk hadir. Hal itu tertuang dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2016. 

"Sesuai dengan Perma tersebut, Prinsipal harus dihadirkan saat mediasi," Imbuh Hariyanto.

Dikesempatan yang sama, Henky Sony Haryanto tak menampik bahwa kliennya dan tergugat adalah saudara sedarah. 

Keduanya sama sama tinggal di Amerika, tapi bedanya, penggugat masih sah sebagai warganegara Indonesia sedangkan tergugat sudah berkewarganegara Amerika. 

Karena tersandung hukum di Amerika, penggugat akhirnya kembali di Indonesia. "Saat kembali di Indonesia itulah baru diketahui, jika beberapa aset yang merupakan harta waris dari orang tua mereka telah dijual oleh Liliana Sasmita tanpa membagikan satu rupiah pun ke Mulya Sasmita,"jelas Henky saat dikonfirmasi di PN Surabaya. 

Penjualan aset aset harta warisan tersebut, Lanjut Henky, telah terjadi perbuatan melawan hukum, dimana dalam penjualan aset aset tersebut, Liliana telah membuat keterangan palsu dalam akte otentik berupa surat persetujuan dan kuasa jual yang dibuat di Kantor Notaris Hartono di Bali. 

"Saat penandatanganan akte tersebut, Liliana Sasmita menggunakan identitas WNI padahal dia sudah menjadi WNA Amerika,"sambung Henky. 

Pembuatan akte otentik tersebut, masih kata Henky, didasari dari peristiwa bohong. Dimana sebelum surat persetujuan dan kuasa jual itu dibuat, Liliana mengaku surat surat itu untuk mempermudah administrasi, jika dikemudian hari orang tuanya meninggal dunia. 

"Padahal ayahnya sudah meninggal jauh sebelum surat surat itu dibuat. Dan itu baru terbongkar oleh penggugat. Karena selama ini Liliana menyembunyikan keberadaan ayahnya dari penggugat, termasuk kematian ayahnya juga disembunyikan,"terang Henky. 

Sementara itu,  Dr Fajar Sugianto, SH, MH selaku kuasa hukum Liliana Sasmita belum bisa dikonfirmasi terkait masalah ini, kendati sudah dihubungi via selulernya tapi tidak diangkat meski terdengar nada [email protected]/Jn

Penulis : Junaedi Satria

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.