Henry Kembali Masuk Rutan Medaeng, Istrinya Ikut Terseret

19 Sep 2019 18:29   Hukum
Henry Kembali Masuk Rutan Medaeng, Istrinya Ikut Terseret
Henry J Gunawan Dok. Xtrempoint.com

Surabaya - Henry J Cosity Gunawan alias Cenliang kembali merasakan pengabnya sel Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng, Surabaya. Bukan hanya Henry, istrinya yaitu Iuneke Anggraeni juga bernasib sama. Mereka berdua ditahan atas sangkaan kasus pidana memberikan keterangan palsu kedalam akte otentik.

Upaya penahanan dalam hal ini dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya usai menerima berkas pelimpahan tahap II dari penyidik Polrestabes Surabaya.

"Tersangka HJG dan IA ini disangkakan dengan pasal 266 KUHP, memberikan keterangan palsu atau tidak benar didalam akta otentik,"kata Kasi Pidum Kejari Surabaya, Farriman Isnandi Siregar pada wartawan, Kamis siang di Gedung Kejari Surabaya, (19/9).

Keduanya ditahan dengan alasan subjektif dan objektif, yakni Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara dan ada kekhawatiran Jaksa Penuntut Umum (JPU) kedua tersangka akan melarikan diri, merusak barang bukti dan mengulangi perbuatannya.

Selain itu, sikap tidak kooperatif atau mangkir dari panggilan penyidik sebanyak 2 kali menjadi alasan JPU untuk menahan Henry Jocosity Gunawan dan Iuneke Anggraeni. 

"Informasi dari penyidik, bahwa kedua tersangka sempat dua kali  tidak memenuhi panggilan penyidik untuk penyerahan tersangka dan  barang bukti di Kejaksaan,"ungkap Farriman.

Dengan ditahannya Henry dan Iuneke ini, Kejari Surabaya akan segera merampungkan surat dakwaan dan selanjutnya akan melimpahkan perkara ini ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

"Secepatnya kami selesaikan dan kami limpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan."paparnya.

Disinggung apakah kedua tersangka mengajukan permohonan penangguhan penahanan, Farriman mengaku belum ada pengajuan dari pihak Henry.

"Informasi dari Penuntut Umum belum ada pengajuan penangguhan penahanan," kata dia.

Sementara, Henry dan Iuneke maupun Pengacaranya memilih bungkam saat ditanya seputar kasusnya. Henry terlihat kerap menutup wajahnya dengan sebuah tas plastik yang berisi makanan dan minuman.

Untuk diketahui, Henry Jocosity Gunawan dan Iuneke Anggraini ditahan usai menjalani pelimpahan tahap II dari penyidik Polrestabes Surabaya ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Surabaya.

Henry dan Iuneke mendatangi Kejari Surabaya sekitar Pukul 10.00 Wib dengan didampingi tim penasehat hukumnya.

Tepat pada pukul 15.15 Wib, Hery dan Iuneke turun dari ruang pemeriksaan tahap II dengan pengawalan ketat dari petugas keamanan internal Kejari Surabaya dan Petugas Kepolisian. Selanjutnya keduanya digiring menuju mobil tahanan bersama tersangka kriminal lainnya untuk dibawa ke Rutan Medaeng.

Kasus Henry dan Iuneke ini bermula  dari laporan Direktur PT Graha Nandi Sampoerna ke Polrestabes Surabaya pada bulan Oktober 2018, yakni laporan tindak pidana dugaan pemalsuan surat atau membuat akte palsu dan atau memalsukan keterangan palsu dalam akte otentik. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHP dan atau pasal 264 KUHP dan atau pasal 266 KUHP.

Kronologis perkara ini dimulai dari pembuatan 2 akte yakni  perjanjian pengakuan  hutang dan  personal guarantee yang dibuat oleh PT Graha Nandi Sampoerna sebagai pemberi hutang dan Henry Jocosity Gunawan sebagai penerima hutang di hadapan notaris Atika Ashiblie SH di Surabaya pada tanggal 6 juli 2010 dihadiri juga oleh Iuneke Anggraini.

Dalam kedua akte tersebut Henry Jocosity Gunawan menyatakan mendapat persetujuan dari istrinya yang bernama Iuneke Anggraini, bahkan Iuneke pun ikut bertanda tangan di hadapan notaris saat itu.

Belakangan terungkap, bahwa  perkawinan antara Henry Jocosity Gunawan dengan Iuneke Anggraeni tercatat pada tanggal 9 november 2011 dan dilangsungkan di salah satu wihara di Surabaya dan dicatat di dispenduk capil pada 9 November 2011.

Fakta tersebut tidak sesuai dengan akte perjanjian pengakuan hutang dan personal guarantee yang dibuat pada tanggal 6 juli 2010,  Dimana Henry menyatakan telah menikah dengan Iuneke Anggraini pada tahun 2010 saat akte itu dibuat. Padahal dia  baru menikah pada tahun 2011. 

Pelapor dalam hal ini telah dirugikan, baik secara materiil maupun immateriil. Sebab, jika ia mengetahui kalau Henry Jocosity Gunawan dan Iuneke Anggraini belum menikah, maka PT Graha Nandi Sampoerna pasti tidak mau mau memberikan pinjaman uang sebesar Rp 34 miliar kepada Henry Jocosity [email protected] [Rep/Jn].

 

Sumber: Xtrempoint.com