Sibuk Main Sandiwara, Sandiaga Lebih Pas Jadi Artis Sinetron

09 Apr 2019 16:18   Politik
Sibuk Main Sandiwara, Sandiaga Lebih Pas Jadi Artis Sinetron
SIBUK MAIN SANDIWARA, SANDIAGA LEBIH PAS JADI ARTIS SINETRON
Dilansir dari detikNews, kampanye Cawapres Sandiaga Uno, di Sidrap, Sulawesi Selatan diwarnai dengan kehadiran bendera PPP dan PBB. Padahal 2 partai itu sudah tegas menyatakan dukungannya ke Jokowi-Ma'ruf Amin, lalu siapa dalang pengibaran bendera itu?

Dirangkum detikcom, Sandi kampanye akbar di Pantai Kering, Kota Pangkajene, pukul 13.30-15.00 WITA. Meski kampanye dijadwalkan siang, namun massa sudah berdatangan ke arena kampanye sejak pagi.

Setibanya di podium, Sandi lalu pura-pura kaget melihat bendera 2 partai yang tak masuk koalisinya.

"Masyarakat datang sendiri dengan inisiatif sendiri (membawa bendera) saya harap ini tidak memecah belah, karena mungkin ini aspirasi mereka, kita tahu PPP dan PBB telah menyatakan dukungan ke Pak Presiden, jangan dilihat sebagai pemecah ," kata Sandi.

Sandi berharap keberadaan dua bendera partai yang diketahui bukan dari partai pengusungnya itu ditanggapi secara dewasa. Dia meminta supaya kehadiran 2 bendera ini tidak memecah belah persatuan.

Namun ternyata fakta di lapangan berkata lain. Orang yang membawa bendera tersebut bukan kader partai baik dari PBB maupun PPP.

"Kalau dari pengakuan dalam berita tersebut bahwa mereka diminta pegang bendera PPP dalam kampanye, berarti ada oknum yang bermain," ujar Wasekjen PPP, Achmad Baidowi kepada wartawan.

Pengakuan yang dimaksud Baidowi adalah pengakuan dari salah seorang pembawa bendera. Seorang warga mengaku hanya disuruh membawa bendera tersebut.

"Saya cuma disuruh bawa, " kata Miswar, salah seorang warga yang membawa bendera PPP.
Rupanya selain pengen pencitraan diri yang positif di mana-mana, sampai-sampai anggaran biaya kampanye pribadi membengkak hebat cuma demi pagelaran sandi-wara.

Dilansir dari TEMPO.CO, Vincentia Tiffani, mahasiswi di Yogyakarta yang meminta menjadi istri kedua calon wakil presiden 02, Sandiaga Uno di peluncuran Rumah Siap Kerja dan Oke Oce di Sleman, mengunggah video klarifikasi.

“Saya ingin angkat bicara dan klarifikasi,” ujar Tiffani dalam video itu.

Tiffani mengaku pernyataannya bukan keinginannya sendiri, melainkan diarahkan oleh panitia acara.

“Saya diundang sebagai model, dan akhirnya dimintai tolong oleh panitia untuk bertanya bagaimana jika saya jadi istri kedua Bapak Sandiaga Uno.”

Tiffani menghadiri acara yang itu karena diudang salah satu pengusaha kecil dan menengah (UMKM) yang didukung oleh Sandiaga.

Ia mengatakan beredarnya berita dan video soal permintaannya menjadi istri kedua Sandiaga, cukup mengganggu dan merugikannya.

“Video dan berita yang ditambahi, dibumbui agar lebih menarik, cukup menggaggu saya akhirnya.” Tiffani mengaku menerima banyak komentar negatif.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo - Sandiaga Uno, Andre Rosiade membenarkan bahwa panitia meminta Tiffani mengajukan pertanyaan kala itu.

“Memang panitia lokal meminta wanita itu bertanya ke Bang Sandiaga.”


"Bila panitia memang benar yang berinisiatif, saya apresiasi sekali. Itu bercandaan yang lucu banget loh. Nggak mudah meyakinkan orang buat bikin bercandaan kayak gitu," kata juru bicara BPN, Faldo Maldini kepada wartawan, Rabu (27/3/2019).


Ternyata bagi tim 02, peran perempuan hanya sebatas untuk dilecehkan. Mulai dari kasus Ratna Sarumpaet, Ibu ibu kader partai koalisi pura-pura jadi emak-emak, relawan disuruh bertanya tentang 100ribu untuk beli bawang, kemudian Mahasiswi suruhan, hingga Nenek-nenek dibayar untuk memeluk paslon 02. Hanya sebatas itu tim 02 memandang peran perempuan.