Bkkbn Sukses Adakan Halaqah Di Ponpes Nurul Huda

01 Oct 2018 12:27   Ngaji Bareng
Bkkbn Sukses Adakan Halaqah Di Ponpes Nurul Huda

Surabaya, PONPESNH- Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau yang biasa di singkat BKKBN Menggelar Halaqah Da'i, Guru dan Santri di aula gedung baru YPP Nurul Huda Surabaya, Ahad(30/9).

Dengan mengangkat tema "Advokasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Keluarga Berbasis Agama" Halaqah ini di gelar di hadapan para perwakilan pengurus pusat dan pengurus jawa timur BKKBN serta turut hadir juga ketua dakwah MUI pusat, KH Cholil Nafis dan ratusan da'i, guru serta santri yang telah di undang mewakili ormas dan kampus nya masing - masing seperti Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Fatayat, Aisyah, IPNU - IPPNU.

KH Abdurrahman Navis selaku pengasuh pondok pesantren nurul Huda mengucapkan terima kasih kepada segenap hadirin  yang telah memenuhi undangan untuk turut serta hadir mewakili instansi atau ormasnya masing-masing.

"BKKBN telah melakukan sebagaimana tugasnya yakni melakukan perencanaan untuk perencanaan keluarga berencana dan keluarga sejahtera untuk masyarakat indonesia" Jelasnya di sela - sela sambutannya.

Di samping itu, KH Cholil Navis, selaku ketua dakwah MUI Pusat menambahkan Majelis Ulama Indonesia melalui komisi dakwah mendukung apa yang dilakukan oleh BKKBN untuk mengubah menset bagaimana badan koordinasi keluarga berencana itu tidak berkutat pada persoalan dua anak cukup, apalagi jika dibenturkan dengan aspek-aspek lainnya.

"Yang terpenting ialah bagaimana generasi yang kita bentuk bisa menjadi lebih baik lagi yang nantinya bisa bersaing di tingkat nasional bahkan tingkat internasional" Jelasnya.

Di hiruk pikuk acara halaqah tersebut Ary Goedadi, perwakilan BKKBN menuturkan betapa gembiranya bisa berdiri di hadapan para da'i, guru dan Santri yang mana nantinya akan bisa membantu menyebarkan luaskan isi dari halaqah kepada masyarakat umum.

"Di masa lalu kita telah berdiskusi panjang terkait keluarga berencana, namun kini kita semua kembali duduk bersama membahas hal tersebut untuk menjadi lebih baik lagi, mengingat angka kematian ibu yang melahirkan di indonesia masih menjadi nomor satu di asia, miris mendengarnya, maka dari itu lewat halaqah ini mari kita diskusikan bersama" jelasnya kepada para hadirin

Ary, menambahkan di akhir katanya kita yang merencanakan keluarga dan Allah yang menentukannya. (Malik)