Serunya Membuat Ice Cream Dalam Pembelajaran Kimia

Serunya Membuat Ice Cream Dalam Pembelajaran Kimia

DITULIS USER

Bambang Fadian
Pendidikan 16 Sep 2017 WIB

Hari itu selasa tanggal 5 September 2017, murid kelas 12 IPA 1 atau yang disebut “kelas unggulan” SMA Barunawati Surabaya begitu antusias menyambut datangnya pelajaran kimia. Ya, pelajaran yang dianggap banyak murid menyeramkan dan sulit ternyata justru ditunggu-tunggu kehadirannya. Sesuai jadwal hari itu adalah praktikum proyek pembuatan es puter.

Secara berkelompok murid mempersiapkan membawa alat dan bahan seperti es batu, garam, susu, kaleng bekas yang masih layak pakai, serta cup kecil untuk penyajian. Peralatan dan bahan dipersiapkan secara mandiri, sehingga tiap kelompok berbeda. Untuk prosedur praktikum mereka sebelumnya sudah diberi tugas mencari literatur secara mandiri dan didiskusikan secara berkelompok.

Praktikum pun dimulai. Es batu yang mereka bawa dan simpan dalam thermos mulai dikeluarkan, setelah itu dihancurkan dan diletakkan ke dalam wadah seperti baskom. Sementara anggota yang lain mempersiapkan larutan susu untuk dituangkan ke dalam kaleng dengan volume yang telah disesuaikan. Setelah itu kaleng ditutup dan diletakkan dalam baskom yang berisi es batu yang sudah ditaburi garam. Kehadiran garam inilah yang akan membantu dalam penurunan titik beku. Sebuah konsep kimia sederhana dalam materi sifat koligatif larutan. Selanjutnya kaleng diputar-putar sampai larutan susu yang ada di dalamnya membeku.

Setelah itu es puter yang sudah jadi atau membeku disajikan dalam cup dengan dilengkapi toping yang menjadikan penampilan dan rasa lebih menarik. Toping ada yang berupa coklat, wafer, atau susu kental manis. Bahkan ada kelompok yang menyajikannya beda yaitu es puter dikemas dalam roti dan ditaburi meses serta biskuit.

“Saya senang sekali dengan adanya tugas proyek ini karena konsep kimia ada di kehidupan sehari-hari,” kata Qurrotul Ainiyah siswi SMA Barunawati. Hal senada juga diucapkan Chusnul Chotimah, finalis Olimpiade Kimia Unair,”Dengan adanya tugas proyek ini menjadikan kami lebih memahami dengan peristiwa di sekitar kita”.

“Penilaian tugas proyek ini meliputi perencanaan, praktikum, produk, dan presentasi. Dalam perencanaan, kemampuan untuk literasi dan diskusi menjadi perhatian. Pendidikan karakter seperti kerjasama menjadi poin penting bagi tim. Keunikan hasil karya atau produk menjadikan nilai tambah. Kemampuan mempresentasikan di depan kelas menjadikan murid lebih memperkaya ilmu melalui bertukar informasi hasil proyek,” ucap Bambang Fadian, pendidik mata pelajaran kimia SMA Barunawati Surabaya.

Penulis : Bambang Fadian

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.