Ajakan Senyum Ketua Yayasan Barunawati Biru Surabaya
Ketua Yayasan Barunawati Biru Surabaya dalam memberi sambutan Penutupan MPLS serentak

Ajakan Senyum Ketua Yayasan Barunawati Biru Surabaya

DITULIS USER

Bambang Fadian
ngopiNEWS 23 Jul 2017 WIB

3SBI adalah Senyum Salam Sapa Bersih dan Indah. Sebuah program yang dicetus Ketua Yayasan Barunawati Biru Surabaya (YBBS). Program ini diperuntukkan semua yang berada di Lingkungan Sekolah Barunawati, baik guru, pegawai, terutama bagi siswa.

Pemandangan menarik di Lingkungan Sekolah Barunawati ini memang telah tampak beberapa tahun terakhir. Setiap siswa akan menerapkan senyum salam sapa setiap bertemu guru sebagai pendidik, bahkan jika bertemu dengan tamu yang berada di lingkungan sekolah. Komitmen untuk hidup bersih dan indah juga melekat di setiap siswa. Mereka akan membuang sampah di tempat yang sudah disediakan, baik itu di dalam kelas maupun di halaman sekolah.

Siswa baru dikenalkan program 3SBI ini ketika MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), dan wajib diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. “Anak-anakku, kalian sebagai calon duta bangsa, jangan lupa senyum ya !”, Seruan dari Taryono Rogosuwito dalam sambutannya sebagai Ketua YBBS. “ Senyum itu adalah sedekah, dengan senyum akan mengurangi beban, dan lebih memperlihatkan budaya saling menghormati”, Lanjutnya.  

Senyum yang juga merupakan bagian dari program 3SBI ini sengaja disampaikan dalam sambutannya di acara penutupan MPLS karena pada umumnya sebagai warga baru itu lebih sedikit senyumnya . Belum punya banyak teman, butuh adaptasi dengan lingkungan baru ataupun peraturan baru.

Tentunya ajakan senyum ataupun program 3SBI ini bukan sekedar “sulapan”. Ini adalah tentang pendidikan karakter yang memang sengaja ditanamkan di Sekolah yang berlokasi di Perak Barat, Surabaya. Program ini berhasil atau tidaknya adalah tergantung dari beberapa komponen yaitu guru, siswa, dan orang tua. Sebagai guru tentunya memberikan teladan langsung yang dilihat dan ditiru oleh siswa. Bagaimana mungkin siswa akan menjalankan program ini jika gurunya hanya mengajarkan, mengingatkan,  tanpa melaksanakan. Sebagai seorang siswa selain butuh teladan dari guru juga butuh waktu untuk pembiasaan. Ya, program ini adalah tentang budaya dan karakter yang tidak bisa terlaksana dalam waktu singkat. Peran orang tua sebagai mitra juga wajib diperkenalkan dengan program ini sehingga tercipta sinergi.

Dalam acara penutupan MPLS secara serentak di Sekolah Barunawati hari jum’at 21 juli 2017 diikuti oleh unit KB-TK, SD, SMP , SMK, dan SMA Barunawati ini dihadiri oleh 641 siswa baru yang didampingi Bapak Ibu guru. Masing-masing sekolah menampilkan unjuk kebolehan. Siswa-siswi SD menampilkan tari zumba dan juga juara silat. Farrel Ezar Coren Tangke Yanny siswa kelas IV, merupakan juara III penyaji terbaik berkelompok pada Festifal Pencak Silat Karya Budaya Indonesia, memperebutkan piala Humanisme Gusdur, Tingkat Propinsi Jawa Timur. Setelah itu peserta dan penonton dibawa tertawa oleh penampilan drama komedi dari siswa-siswi SMP. Siswi SMK menampilkan modern dance yang penuh semangat. Puncak acara adalah penampilan unik dan menarik dari SMA Barunawati yaitu Buchaechum. Buchaechum atau Tari Kipas adalah salah satu tarian tradisional dari Korea yang paling terkenal. Tarian ini adalah kreasi baru, para penari menari menggunakan kipas yang berhiaskan bunga peony dan mengenakan hanbok yang berwarna.

Penulis : Bambang Fadian

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.