Danramil 0815/13 Kutorejo Ajak Warga Pererat Kerukunan

23 Sep 2019 14:18   ngopiNEWS
Danramil 0815/13 Kutorejo Ajak Warga Pererat Kerukunan
Danramil 0815/13 Kutorejo Bersama Forpimka, Mahasiswa Asal Papua dan Warga Jiyu saat Deklarasi Cinta NKRI, Cinta Papua dan Tolak Intoleransi

Mojokerto, -  Danramil 0815/13 Kutorejo Kapten Inf Benny Irawan, A.Md., mengajak segenap tokoh dan masyarakat untuk membantu mewujudkan situasi yang kondusif di wilayah menjelang perhelatan Pilkades serentak yang akan berlangsung Oktober mendatang.

Hal tersebut disampaikan Danramil 0815/13 Kutorejo Kapten Inf Benny Irawan, A.Md., saat menghadiri acara Peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 sekaligus Deklarasi Cinta NKRI, Cinta Papua serta Tolak Intoleransi, yang diselenggarakan Karang Taruna Dusun Durung Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto, Sabtu (21/09/2019) malam.

Ucapan terima kasih disampaikan Danramil kepada warga Jiyu, karena hingga saat ini proses pentahapan Pilkades berlangsung aman dan lancar. Harapan kami pada saat Pilkades nanti, warga menyalurkan hak suaranya sesuai dengan hati nurani. “Pererat kerukunan dan bersama-sama mewujudukan situasi yang kondusif,” ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, Danramil juga sangat mengapresiasi para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna atas dilangsungkannya acara Peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dengan sangat meriah berbarengan dengan Deklarasi Cinta NKRI, Cinta Papua serta Tolak Intoleransi.

Selain Danramil, hadir dalam acara tersebut, Camat Kutorejo, Drs. Budiono, MH., Kapolsek Kutorejo diwakili Bhabinkamtibmas Bripka Abdullah, Ketua Pemuda Pancasila (PP), Moh. Afif, Kades Jiyu diwakili Kasun Durung, Puspita Hariani beserta perangkat, Ketua Kartar Dusun Durung Desa Jiyu, Rizki Amanda, Mahasiswa/i Papua dari Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Tokoh Masyarakat, tamu undangan  dan warga sekitar.

Sebelum acara berakhir, Mahasiswa asal Papua bersama Muspika dan Warga Jiyu, melakukan deklarasi, yang isinya "Warga Jiyu Bersama Mahasiswa asal Papua Cinta NKRI dan Tolak Intoleransi, Merupakan Satu Kesatuan dalam Bhinneka Tunggal Ika", dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, Aku Papua dan Bendera diiringi Orkes Melayu Mahesa yang menjadi penutup acara tersebut