Sby Mencintai Dan Dicintai Masyarakat.

30 Oct 2018 11:13   Feature
Sby Mencintai Dan Dicintai Masyarakat.

Mencintai adalah sifat aktif untuk mengetahui tentang banyak hal, memperhatikan hal tampak dimata, mendengarkan kisah, keluh, kesah, memahami getaran jiwa dan resonansi hati. Berbuat, berkorban dan memperjuangkan kebaikan, kebajikan bagi yang dicintai sepanjang hidup.

Tatap muka dengan masyarakat (meet the people) yang berlangsung dari tanggal 23 Oktober – 1 November 2018 antara SBY selaku Ketua Umum Partai Demokrat dengan masyarakat. Pertemuan yang berfokus di Jawa tengah dan DIY adalah bentuk sikap aktif seorang pemimpin yang memiliki energi positif.

Rangkaian acara demi untaian kegiatan, dari desa ke kota, melihat bentangan alam, bertemu dengan anak muda, berbicara dengan orang tua, berbincang dengan petani, mendengar kisah sukses pelaku Umkm, memberikan solusi atas persoalan kesehatan, menyelesaikan dengan jalur konstitusi bernegara, mengajak masyarakat untuk aktif terlibat.

Menjadikan diri setara, sebangun sebagai sesama anak bangsa, menyatu dalam satu sistem negara bernama Indonesia dan memimpin untuk kebaikan bersama adalah sikap rendah hati, welas asih. Teladan yang diteladankan oleh para tokoh tokoh dunia.

Stop Berjanji, Mari Dengarkan rakyat bicara adalah penegasan tentang mencintai masyarakat Indonesia. Lawatan SBY sebagai negarawan sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat dengan membawa keluarga dan politisi demokrat diberbagai waktu dan kesempatan.

Energi positif yang menggerakkan tindakan, organisasi, bangsa dan negara, dan menjadikan orang demi orang bergerak melakukan perbaikan, peningkatan dan penguatan. Maka dengan sendirinya keberkahan demi keberkahan berjalin dengan kesejahteraan.

Mengambil hikmah bahwa dunia diciptakan Yang Maha Memelihara memiliki pasangan. Bila energi positif lebih banyak, maka hal bersifat energi negatif dan tindakan negatif akan berkurang.

Caci maki, umpatan, tindakan negatif, menebar fitnah dalam sejarahnya lahir dari kebencian yang menghancurkan pelaku itu sendiri, keluarga, tetangga, dan suatu bangsa.

Umat Islam dengan identitas Muslim dan ditakdirkan hidup dan terlahir di Indonesia memiliki karakter yang menjadi DNA budaya. Nilai-nilai yang menjadi watak, perilaku berkasih sayang. Mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya.

Nilai-nilai hidup bagi orang yang mau menempuh ujian demi ujian kehidupan. Memperbaiki diri, mengajak untuk sinergi kebaikan, kapan pun dan dimanapun.

SBY dan Istri tercinta menjemput langsung aspirasi masyarakat, mendengarkan dengan seksama, mencatat apa yang disampaikan oleh masyarakat dengan berbagai peran.

Kemudian memperjuangkan secara konstitusi lewat Partai Demokrat. Baik politisi yang mengemban amanah di DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kab. Serta calon anggota dewan dari partai Demokrat pada Pemilu 2019.

Bagi penulis apa yang dilakukan oleh SBY menjadi teladan inspirasi, teladan tindakan, teladan mendengarkan, teladan memimpin, teladan menjernihkan, teladan memperjuangkan dengan taat aturan, teladan untuk tepat janji, teladan untuk tidak berjanji muluk, teladan menyertakan keluarga dalam perjuangan, teladan untuk menembuh cara baik, teladan memaafkan, teladan untuk rendah hati dan teladan bagi siapapun yang menempuh jalan mengabdi bagi bangsa dan negara Indonesia.

Mencintai dan dicintai adalah nikmat yang menyentuh relung Hati, menggetarkan Jiwa, membuka pikiran, menuntun dan melaksanakan dengan tindakan dan perbuatan dengan konstitusi dan taat hukum.

Inilah wujud syukur seorang pemimpin muslim, dan menebarkan tiga hal ‘Keselamatan’ ‘Rahmat’ dan ‘Berkah’ lewat ucapan Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh’ seutuhnya lewat kata, tindakan, dan perbuatan.