Menjadi Agroindustri Telor Asin Sebuah Keniscayaan

31 Oct 2018 09:34   Pemerintahan
Menjadi Agroindustri Telor Asin Sebuah Keniscayaan
SBY dan Ani Yudhoyono mencicipi kuliner dari olahan telor bebek. Usaha peternak dan industri masyarakat. Dalam rangka Tatap Muka dengan Masyarakat, 30/10/2018.

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta rombongan meninjau peternak itik dan pengusaha telor asin di Jl Mataram, Kel Pesurungan Lor, Kec Mardagana, Tegal, pada Selasa (30/10/2018) sore.

SBY beserta Ibu Ani dan Edhie diikuti oleh rombongan untuk bertemu dan berdialog dengan pelaku usaha peternakan bebek. Usaha sektor riil masyarakat tegal. Produk telur asin dengan jaringan pemasaran sampai ke Jakarta. Bila kita menikmati makan di Warteg, maka dipastikan ada telor asin.

Setelah itu, SBY juga melihat bagaimana proses pembuatan telor asin. Mulai dari peternakan bebek, proses penyortiran telor itik yang berkualitas baik, proses pembuatan menjadi telor asin, hingga proses packing.

Dalam sesi dialog yang berlangsung hangat, Sodikin peternak bebek dan pengusaha telor asin menceritakan tentang harga pakan ternak yang semakin mahal. Hal tersebut membuat biaya produksi meningkat dan tergerusnya keuntungan bagi peternak dan pengusaha.

"Harga pakan bebek semakin tinggi pak, sementara jika harga telor bebek dinaikkan maka pembeli berkurang dan keuntungan menipis kami menjadi kecil pak," ujarnya.

SBY dan Partai Demokrat bertekad untuk memajukan ekonomi peternak bebek dan pengusaha telor asin di daerah Tegal. Bagian yang terpisahkan dari upaya bersama lewat program pro rakyat untuk mensejahterakan masyarakat.

Masyarakat petani dan peternakan adalah satu kesatuan utuh yang saling topang menopang. Dalam bidang kebijakan dan regulasi pemerintahan era SBY pendekatan ekonomi pro rakyat, pro pertumbuhan, pro lingkungan, pro pekerjaan. Hal ini bisa menjadi bagian solusi bagi pengusaha pertanian dan peternakan.  

Kelompok tani, koperasi peternak, kelompok usaha bersama, Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), LKMA adalah stuktur kelembagaan masyarakat yang menjadi bagian penguatan petani secara individu dan berkelompok. Regulasi ini adalah upaya mensejahterakan masyarakat dalam bidang pertanian, peternakan terpadu.

Penguatan industri pakan yang dikelola oleh kelompok dengan memanfaatkan sumber protein nabati dan hewani lokal dan pertanian berkelanjutan adalah langkah penting. Sebab menjadikan petani menjadi pengusaha bidang pertanian.

Hal ini mampu mengurangi biaya pakan bagi petani. Faktor pemberdayaan yang bertumpu pada penguatan skill manajemen usaha, pemanfatan teknologi tepat guna, keuangan murah seperti KUR. Termasuk menggunakan keuangan dan perbankan syariah dengan akad salam (pemesanan) dan istisna (pemesanan dengan spesfikasi). Termasuk melibatkan Badan Amil Zakat, Lembaga Amil Zakat yang focus pada pengembangan pertanian berkelanjutan.

Sedangkan dari sisi regulasi dapat dijadikan kawasan agroindustri telor asin untuk daerah Tegal.

SBY mengajak dan menghimbau urun rembuk akademisi untuk melakukan penelitian, praktisi bisnis dan penerapan teknologi termasuk teknologi informasi atau digital sebagai upaya bersama mensejahterakan petani.

Dari aktivitas Bertatap Muka dengan Masyarakat (meet the people) Partai Demokrat menjemput aspirasi petani dan masyarakat secara langsung. Memperjuangkannya lewat Partai Demokrat dan Politisi Demokrat dengan berbagai kebijakan dan regulasi.

Harapan bersama untuk menjadikan kawasan agroindustri telor asin bagian dari upaya sistematis dan terencana. Yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat peternak, petani jagung, petani padi, kesejahteraan masyarakat.

Insya Allah keberkahan demi keberkahan berkulindan dengan peningkatan pengamalan ajaran agama dan peningkatan pendidikan generasi bangsa.