SISWA-SISWI SMK KAL-1 NOBAR FILM G 30 S PKI DI MAKO LANTAMAL V
Wadan Lantamal V Kolonel Marinir Nana Rukmana Jumat, ( 22/9) saat memberi sambutan sebelum pemutaran film G 30 S PKI di gedung Serba guna Mako Lantamal V Surabaya

SISWA-SISWI SMK KAL-1 NOBAR FILM G 30 S PKI DI MAKO LANTAMAL V

DITULIS USER

Ahmad Darowi
Hiburan 22 Sep 2017 WIB

Surabaya,(22/9)

                Menyambut kedatangan para siswa-siswi dari kalangan Sekolah Yayasan  Hang Tuah  Cabang Surabaya, Wakil Komandan / Wadan Lantamal V  Kolonel Marinir Nana Rukmana Jumat, ( 22/9) memberikan  instruksi kepada generasi muda yang hadir dalam NOBAR Film G 30 S PKI agar tidak melupakan Jas merah ( jangan sekali-kali melupakan sejarah ).

                Dalam kesempatan ini  tidak ketinggalan siswa-siswi SMK KAL-1 sejumlah 60 siswa dengan penuh antusias meniknati jalannya certia film G 30 S PKI yang sengaja di putar untuk siswa, generasi muda,  ASN – aparatur  sipil negara  serta Prajurit  TNI AL di lingkungan Mako Lantamal V Surabaya.

Film G30S/PKI yang dilupakan orang selama beberapa tahun ini, kini menjadi topik hangat lagi. Sejak pekan lalu, muncul ajakan untuk  nonton bareng film berdurasi 4 jam ini.  Film ini sendiri dibuat sekitar tahun 1980-an, atas prakarsa pemerintah lewat Perusahaan Film Negara (PFN). Film itu menceritakan peristiwa seputar 30 September tahun 1965, dan menuturkan pengkhianatan PKI, yang membunuh para jenderal TNI AD. Kelompok PKI lalu menguburkan perwira TNI AD di Lubang Buaya, Pondok Gede. 

Film yang disutradarai dan ditulis oleh Arifin C Noer, diproduseri oleh G Dwipayana, dan dibintangi Amoroso Katamsi, Umar Kayam, dan Syubah Asa. Film itu diproduksi selama dua tahun dengan anggaran sebesar Rp 800 juta. Film ini disponsori oleh pemerintahan Orde Baru Soeharto. Film ini dibuat berdasarkan pada versi resmi menurut pemerintah dari peristiwa "Gerakan 30 September" atau "G30S" (peristiwa percobaan kudeta pada tahun 1965) yang ditulis oleh Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh, yang menggambarkan peristiwa kudeta ini didalangi oleh Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Lepas dari urusan kontroversi, isu propaganda Orde Baru dan lainnya, film ini kembali menjadi trending topic. Di berbagai media sosial sampai di Whatsapp Group . Namun yang lebih penting adalah memberikan pemahaman sejarah kepada generasi muda. 

Siswa-siswi SMK KAL -1 saat sebelum memasuki Gedung Serba guna Mako Lantamal V untuk menyaksikan  Film G 30 S PKI.               

Menurut Wadan,  Komunisme hanya bisa hidup di negara yang berideologikan komunis. Ideologi dan filsafat komunisme yang materialis dan mengedepankan kekerasan tidak pernah bisa disejajarkan dengan ideologi dan filsafat Pancasila.            TNI sebagai garda terdepan sekaligus benteng terakhir Pancasila dan NKRI tidak akan pernah mentolerir kebangkitan komunisme yang pernah menorehkan tinta merah dalam sejarah bangsa dan telah jelas-jelas dinyatakan sebagai bahaya laten bagi bangsa Indonesia. Ia juga menghimbau kepada seluruh hadirin agar mewaspadai kebangkitan komunisme gaya baru yang pernah bermetamorfosis kedalam berbagai bentuk dan semakin sulit dikenali.

                Turut hadir Nobar film G 30 S PKI para Asisten Komandan Lantamal V, Para Kasatker dan para Kadis di jajaran  Lantamal V (dar).

Penulis : Ahmad Darowi

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.