Pengusaha kopi bidik pasar Cina yang setia kepada teh

Pengusaha kopi bidik pasar Cina yang setia kepada teh

DITULIS USER

Adi dwi h
ngopiNEWS 17 Dec 2016 WIB

Pada 2005, Richard Chien membuka warung kopi di Cina bagian timur laut. Setiap harinya sederet barista baru atau peracik kopi membuat 900 cangkir kopi yang dipatok dengan harga 6 yuan atau sekitar Rp11.000.

Sepuluh tahun kemudian, ia menjalankan sekolah pelatihan membuat kopi berkelas atas di Beijing. Di sekolah itu, peserta latihan selama berjam-jam mendalami aroma biji kopi dan teknik merasakan kopi yang biasa dijual Rp78.000 per cangkir.

Secara perlahan kopi menggeser minuman yang sudah membudaya di Cina, teh.

Di negara ini kopi berpotensi mengubah salah satu pasar kopi terkecil di dunia menjadi pasar terbesar. Untuk tahap sekarang, konsumsi kopi di Cina tercatat kurang dari 2% dari konsumsi kopi dunia, tetapi Cina sudah mengubah industri itu.

“Ekonomi sudah berubah; orang-orang lebih mengerti tentang gaya hidup lain,” kata Chien. “Minuman tidak hanya sekedar teh lagi.”

Konsumsi kopi di Cina meningkat hampir tiga kali selama empat tahun terakhir, lebih pesat dibandingkan pasar besar lain yang dipantau oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat. Dan potensi pangsa pasar itu besar sekali sebab penduduk Cina mencapai hampir 1,4 miliar jiwa.

Starbucks begitu yakinnya sehingga berencana membuka roastery -atau tempat memanggang dan memproses kopi- dan tasting room -tempat mencoba kopi- pertamanya tahun depan di Shanghai, dan percaya bahwa Cina bisa menjadi pangsa pasar terbesarnya.

Perekonomian konsumtif

Perusahaan kopi yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat, itu sekarang sudah mengoperasikan 2.000 kedai di Cina dan berencana menambah 500 kedai setiap tahun selama tempo lima tahun mendatang.

Dunkin’ Donuts –jaringan lain dari Amerika Serikat yang juga menyajikan kopi- tahun lalu mengumumkan rencana untuk menambah lebih dari 1.400 cabang selama dua dekade mendatang, atau meningkat hampir 100 kali.

Penulis : Adi dwi h

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.