Pemimpin Harapan dan Pemimpin Ditakdirkan?

Pemimpin Harapan dan Pemimpin Ditakdirkan?

DITULIS USER

Abdulazizmuchammad
ngopiOPINI 23 Apr 2017 WIB

Islam identik dengan budaya "paternalistik" dalam Sejarah Kepemimpinan, sebelum maupun sesudah Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW., walaupun tidak bisa dipungkiri keberhasilan Perjuangan Bunda Khadijah menjadi Dorongan yg tak tergantikan posisinya.

Indonesia dengan pola "PILKADA" nya selalu menjadi sisi bahasan yg tidak hanya diperbincangakan kaum "Borjuis/Elitis/yg berkepentingan" ditingkat Warung Kopi Tanpa Wifi sekalipun membahas pra_ proses dan pasca berlangsungnya PILKADA tersebut. Proses PILKADA Ibukota (DKI) menjadi momentum betapa "Kepentingan" pribadi maupun golongan, sampai isu SARA dihembuskan tanpa Henti. Hal ini menjadi bukti dari berbagai Euforia Pasca Reformasi, Kontestasi Pilkada Lebih digandrungi daripada mengawal Hasilnya. Pendek kata lihat saja prosentase Pemimpin Daerah yg diduga, terduga, maupun terdakwa terjerat kasus dari perbuatan dan cara memimpin daerahnya Pasca Reformasi. Dari 34 Provinsi, 415 Kabupaten (1) administrasi, 93 kota (5) administrasi.

Menurut data ICW di Tahun (2014) terdapat 629 Kasus dengan jumlah tersangka 1328 orang dan kerugian negara sebesar Rp. 5, 29 triliun. Artinya bahwa unsur Kejujuran yang menjadi pondasi Keteladan sangat Rendah. Kalaupun Indonesia sebagai Negeri  dengan populasi Umat Islam Dunia 1,6 Miliar lebih prediksi ditahun 2030 Meningkat menjadi 2,2 Miliar jiwa atau sekitar 35 persen ditahun tersebut, dan 12,7 % di Indonesia. Di tahun 2010 sekitar 205 Juta (88,5%) dari penduduknya. Posisi Indonesia tertinggi dari Negara-negara Berpenduduk Muslim Dunia (The Pew Forum on Religion an Public Life, 2010).

Dari data tersebut Bahwa "Agama" belum menjadi Nasehat dan tolok ukur bagi pemeluknya Khususnya UMAT Muslim Indonesia.

Kontestasi DKI dianggap telah berlalu meskipun KPU belum melegislasi Kemenangan Anis_Sandiaga, disisi lain tuntutan Rakyat Yg berkebutuhan mulai Ramai memperbincangkan Janji Politik mereka, ini menjadi menarik bahwa harapan Rakyat harus segera direalisasikan kalau memang Anis dan Sandiaga menjadi representasi Muslim yang "ditakdirkan" terpilih dan akan memimpin Ibukota.

Jawa Timur adalah Wilayah yg tidak Kalah menarik diperbincangkan Pasca DKI, Elektabilitas yg terbaca sementara ini adalah Gus Ipul Dan Mbak Khofifah, keduanya Layak dan penuh Bakat dan Bukti Kepemimpinannya. ALANGKAH Indahnya Jikalau Keduanya "Bergandengan" menjadi Harapan Yang Bakal Ditakdirkan Bergantian memimpin Jawa Timur Untuk 10 Tahun Kedepan dalam membangun Jiwa dan Raga, mencerdaskan tuk kemandirian Rakyat Jawa Timur......Semoga Kontestasi Jawa Timur 2018 tidak berhenti pada Euforia Pemilihannya Saja....

Penulis : Abdulazizmuchammad

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.