Jokowi-Cak-Imin?

Jokowi-Cak-Imin?

DITULIS USER

Cak Room
Politik 17 Feb 2018 WIB
Saya kira boleh boleh saja orang untuk mendekat kekuasaan, terutama nempel calon presiden incumbent yang nota bene capres yang memiliki elektabilitas tertinggi. Namun pencalonan itu kan bukan hanya masang memasangkan pasangan kan? banyak chemistry yang harus di takar agar klop luar dalam. Beberapa saat yang lalu juga kita lihat Jokowi mencoba ngetes the water dengan mengajak beberapa ketua parpol dibeberapa kegiatan. Tidak hanya cak Imin yang diajak, Ketua PPP Romahurmuziy juga terlihat gandeng renteng di beberapa even. Malahan Presiden PKS Sohibul Iman di beberapa dokument video online juga menyebutkan bila PKS juga akan mengajukan calon Wapres ke Jokowi dan malahan dia menyebutin calon wapres dari PKS adalah calon yang ke 18, tapi dia tetep optimis.
 
Konstelasi konstelasi ini memang terlihat seperti permainan matematika, namun bukan hitung hitungan yang sederhana. Bilangan berpangkat, hitungan matrik juga dilakukan. Mengapa kalkulasi pilpres menjadi rumit? dan tidak semuda menghitung jumlah penumpang di kereta Argo Wilis? hal ini dikarenakan Pilpres tidak sama dengan menambahkan kekuatan (perolehan suara) partai nasionalis plus partai Islam. atau kalkulasi suara jawa luar jawa, namun dalam konteks kepluralan dan kebhinekaan diperlukan calon yang mampu merangkul semua golongan dan memfasilitasi semua kesenjangan, serta meredakan semua ketegangan.
 
Dari kenyataan diperlukannya sosok yang mampu merangkul semua golongan dan memfasilitasi semua kesenjangan, serta meredakan semua ketegangan, maka disini yang pertama adalah diperlukan nyali besar. Nyali ini diperlukan untuk ketegasan dalam pengambilan kebijakan dan sikap. Bukannya calon yang suka melankolis, cengeng dan suka mengeluh. Kedua, selain nyali, juga dibutuhkan kelihaian. Lihai disini bisa dibaca sebagai kemampuan utk memetakan kerentanan dan melihat potensi yang dimiliki untuk menutup kerentanan itu.
 
Lha dari ke 18 calon wapres yang disodorkan diatas (termasuk calonnya PKS) saya kira, ada diantaranya mungkin adalah mentri kabinet kerja. Dari mentri mentri kabinet kerja, masa saja yang memiliki "nyali" dan "kelihaian"? pasti jawaban pertama yang muncul adalah Mentri Kelautan Susi Pudjiastuti dan Menkeu Sri Mulyani. Bagaimana dengan Menpora? Imam Nahrawi? coba kita telisik kebelakan kinerja menpora selama ini? menggulung mafia PSSI yang berujung di bekukannya PSSI yang menjadikan PSSI tidak berkutik dan harus merevolusir dirinya itu bukan urusan mudah. Kedua program sarjana pendamping pedesaan yang selama ini tidak banyak media yang mendengungkan, adalah program terobosan yang luwar biasa yang "memaksa" pemuda dan sarjana kembali ke desa dan memaksimalkan potensi desa yang dimiliki.
 
Pro kontra siapa yang bakal maju dalam pencalon presiden dan wakil presiden di pemilu yang akan datang, intinya masyarakat menantikan calon yang rekam jejaknya tidak mengibuli, terukur, terstruktur dan yang pasti mengedepankan usaha usaha dengan merangkul semua golongan dan memfasilitasi semua kesenjangan, serta meredakan semua ketegangan.
 

 

 

Penulis : Cak Room

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.